Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

VOIP Mikrotik

Assalamualaikum wr, wb. Langkah-langkah menginstall trixbox, yaitu : 1. Siapkan CD instalasi Trixbox 2. Pastikan bahwa setting pada BIOS akan mem-boot CD-ROM pertama kali, ubah terlebih dahulu jika setting BIOS belum benar 3. Masukkan CD Trixbox Cara Kerja [1]. Install Trixbox Menggunakan Virtual Box [2]. Selanjutnya ikuti perintah yang muncul …  Pemilihan Keyboard Type [3]. Pemilihan Time Zone [4]. Pengisian root password catatan: password harus 6 digit [5]. Memulai proses installasi Setelah proses installasi selesai, selanjutnya akan ditampilkan Tampilan Bootloader Trixbox ·          Selanjutnya lakukan login menggunaka...

SMK Tunas Harapan Pati |Topologi 3 Linux (DNS, Web Server, DHCP) Defia Eri Anggraeni

DHCP Server dan DHCP Client sumber: http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=122 Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan service yang memungkinkan perangkat dapat mendistribusikan/assign IP Address secara otomatis pada host dalam sebuah jaringan. Cara kerjanya, DHCP Server akan memberikan response terhadap request yang dikirimkan oleh DHCP Client. Selain IP Address, DHCP juga mampu mendistribusikan informasi netmask, Default gateway, Konfigurasi DNS dan NTP Server serta masih banyak lagi custom option (tergantung apakah DHCP client bisa support). Mikrotik dapat digunakan sebagai DHCP Server maupun DHCP Client atau keduanya secara bersamaan. Sebagai contoh, misalnya kita berlangganan internet dari ISP A. ISP A tidak memberikan informasi IP statik yang harus dipasang pada perangkat kita, melainkan akan memberikan IP secara otomatis melalui proses DHCP. Pengertian, Perbedaan Routing Static dan Routing Dynamic https://santekno.blogspot.com/2013/01/pengertian-pe...

SMK Tunas Harapan Pati |Topologi 3 Linux (DNS, Web Server, DHCP) Dewi Hanifah Anggraeni

DHCP Server dan DHCP Client sumber: http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=122 Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan service yang memungkinkan perangkat dapat mendistribusikan/assign IP Address secara otomatis pada host dalam sebuah jaringan. Cara kerjanya, DHCP Server akan memberikan response terhadap request yang dikirimkan oleh DHCP Client. Selain IP Address, DHCP juga mampu mendistribusikan informasi netmask, Default gateway, Konfigurasi DNS dan NTP Server serta masih banyak lagi custom option (tergantung apakah DHCP client bisa support). Mikrotik dapat digunakan sebagai DHCP Server maupun DHCP Client atau keduanya secara bersamaan. Sebagai contoh, misalnya kita berlangganan internet dari ISP A. ISP A tidak memberikan informasi IP statik yang harus dipasang pada perangkat kita, melainkan akan memberikan IP secara otomatis melalui proses DHCP. Pengertian, Perbedaan Routing Static dan Routing Dynamic https://santekno.blogspot.com/2013/01/pengertian-pe...